Kearifan Lokal Rumah Adat Tradisional Kalimantan Timur
Biodata
Nama : Muhammad Ali Haydar
Tempat Tanggal Lahir : Samarinda, 11 Juni 2007
Alamat : Jalan Slamet Riyadi, Gang 4
Rumah Adat Tradisional Di Kalimantan Timur
- Rumah Adat Lamin
- Rumah Adat Bulungan
- Rumah Adat Betang
- Rumah Adat Paser
- Rumah Adat Wahea (Eweang)
1. Rumah Adat Lamin
Rumah adat Lamin merupakan sebutan rumah adat suku Dayak dari etnis Benuaq di Kalimantan Timur. Sama halnya rumah adat suku Dayak di Kalimantan lainnya, rumah adat Lamin juga berbentuk panggung dengan memiliki panjang sekitar 300 meter, lebar 15 meter, dan tinggi mencapai 3 meter. Rumah Lamin biasa dihuni oleh 25 hingga 30 kepala keluarga atau bisa menampung sekitar 100 orang. Rumah Lamin dibuat dengan menggunakan kayu ulin.
![]() |
| Rumah Lamin, Rumah Adat Kalimantan sumber : https://www.kompas.com/skola/read/2021/01/21/171500969/rumah-lamin-rumah-adat-kalimantan-timur?page=all |
Rumah adat Bulungan ini terletak di wilayah Kalimantan Timur tepatnya di kota Tanjung selor, secara gaya arsitektur rumah adat bulungan lebih condong ke gaya arsitektur kolonial yang disesuaikan dengan iklim tropis di indonesia, rumah adat khas bulungan sejatinya hanya digunakan untuk pertemuan penting di masa kesultanan bulungan.
![]() |
| Rumah Adat Bulungan Kalimantan Timur di Kota Tanjung selor sumber : https://budaya-indonesia.org/Adat-Rumah-Adat-Bulungan-Kalimantan-Timur-tepatnya-di-Kota-Tanjung-selor |
Untuk karakteristik bangunan bulungan, bangunan dayak islam melayu dan belanda pernah mempengaruhi gaya bangunan di bulungan sesuai jaman dan bentuk sosial yang dilakukan pada jaman itu yang akhirnya di aplikasikan pada bentuk rumah adat khas bulungan.
Pada muka bangunan terdapat tiga atap limas an segitiga, pada bagian belakang sisi kanan dan kiri bangunan memiliki gaya atap dengan sentuhan gevel khas arsitektur belanda yang terkenal pada tahun 1800-an yaitu The Empire Style yang berkesan megah dengan kolom kolom yang berjajar pada teras rumah. Untuk mewaikili budaya Dayak dapat dilihat pada bentuk rumah Tanduk yang merupakan rumah adat suku Bulungan.
3. Rumah Adat Betang
Rumah Betang merupakan tempat tinggal suku Dayak yang ada di seluruh Pulau Kalimantan, di Barat, Timur, Selatan, Tengah maupun Utara. Lazimnya Rumah Betang dapat banyak dilihat di perkampungan suku Dayak yang berada di sekitar hulu sungai.
Rumah Betang memiliki keunikan. Bentuknya menyerupai panggung namun dengan arsitektur rumah. Di bawahnya tertancap tiang kayu yang kokoh asli dari Kalimantan dengan tinggi kayu rata-rata 5 meter. Hampir semua bangunan Rumah Betang terbuat dari kayu yang kuat dan tergolong tahan lama, tak mudah rapuh.
Dahsyatnya, Rumah Betang bukan seperti tempat tinggal lazimnya yang ada. Panjang Rumah Betang bisa hingga 100-150 meter dan memiliki lebar mencapai sekitar 50 meter. Seperti sudah dijelaskan sebelumnya; ditopang di atas kayu dengan rata-rata tingginya 5 meter. Secara sosiologis ada maksud supaya dapat dipahami dengan logis dari bentuk Rumah Betang yang “raksasa”.
| Rumah Adat Betang sumber : https://indonesia.go.id/ragam/budaya/kebudayaan/rumah-betang-tak-hanya-kediaman-suku-dayak |
4. Rumah Adat Paser
Rumah Adat Paser. Sesuai namanya, rumah ini ditempati oleh Suku Paser dan biasanya ditempati oleh dua sampai tiga kepala keluarga. Misalnya keluarga utama, keluarga menantu dan keluarga lain dari bapak atau ibu.
Rumah Paser banyak dibangun di dekat sungai. Hal tersebut dikarenakan Suku Paser percaya kalau sungai adalah sumber kehidupan mereka. Dengan mudah mereka dapat menemukan sumber makanan seperti ikan dan kerang air tawar. Tetapi mereka juga tetap berkebun buah-buahan dan umbi-umbian.
Rumah Paser dibuat menggunakan beberapa material. Pada atap, dibangun menggunakan daun nipah atau kulit pohon sungkai. Kemiringannya adalah 45 derajat pada atap kanan dan kiri.
![]() |
| Rumah Adat Paser Kalimantan Timur sumber : https://www.lamudi.co.id/journal/rumah-adat-kalimantan-timur/ |
Rumah adat Wehea (eweang) merupakan rumah adat suku Dayak Wehea Kalimantan Timur (Kaltim) yang mendiami wilayah tepi sungai Wehea/ Long Msaq Teng dan Sungai Tlan.
Rumah adat ini mempunyai karakteristik dengan bentuk panggung yang saling terhubung langsung dengan jembatan. Sementara itu, struktur bangunanannya masih menggunakan rotan dan juga pasak kayu.
![]() |
| Rumah Adat Wahea (Eweang) sumber : https://cundamani.com/rumah-adat-kaltim/ |



